Selanjutnya, kita akan membahas sesuatu yang lebih kearah konsep gaya gesek. Perhatika gambar berikut.


Dalam sebuah sistem diatas, ada empat buah gaya yang bekerja. Gaya tarik (F), gaya berat (w), gaya normal (N) dan gaya gesek (Fg). Tetapi sebelm lebih jauh mengenai hal ini, akan lebi baik rasanya apabila anda sudah tahu apa itu koefisien gesekan statis dan koefisien gesekan kinetis. Jika belum akan lebih baik jika membaca sumber lain terlebih dahulu. Tetapi jika sudah entah itu yakin atau tidak, bisa melanjutkan ke paragraf selanjutnya.

Beberapa orang cenderung salah menganggap gaya gesekan statis. Mengapa? tidak tahu juga sih... Tetapi berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami penulis menganggap statis adalah diam. Tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya benar. Yuk bermain tebak - tebakan sebentar...

Part 1
  1. Pada benda diam, bekerja sebuah gaya sebesar X1 (gaya tarik). Berapa besar gaya gesek statisnya?
  2. Jika kemudian gaya tarik saya perbesar menjadi X2 dan benda masih tetap diam. Berapa besar gaya gesek statisnya?
  3. Sekali lagi, gaya tarik saya perbesar menjadi X3 dan benda masih tetap diam tetapi dalam kondisi tepat akan bergerak. Berapa besar gaya gesek statisnya?


Oke, simpan dulu jawabannya.
Sekarang kita beralih ke gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis. Menarik ditelusuri sebenarnya, karena penulis salah satu dari orang yang dulu salah konsep tentang ini. Langsung ke latihan soal.

Part 2

  • Sebuah balok bermassa 10 Kg berada di atas lantai. Koefisien gesek statis antara balok dan lantai adalah 0,2. Berapakah besar koefisien gesek statisnya?
Nilai gaya gesek selalu berubah. Terutama ketika benda dalam keadaan diam. Perhatikan gambar ini sekali lagi.



Ketika benda ditarik dengan gaya F, maka akan muncul gaya gesek sebesar Fg. Dimana besar gaya gesek akan menyesuaikan dengan besar F sampai pada titik tertentu (kondisi saat benda bergerak jika F diperbesar lagi). Apa maksudnya ini? Maksudnya adalah, dalam kondisi diam, besar gaya gesek berubah - ubah. Oke itu poin pertamanya. Pertanyaan yang muncul adalah dari mana kita menyimpulkan bahwa besar gaya gesek berubah - ubah? Ketika benda diam, resultan gaya yang bekerja pada sebuah sistem sama dengan nol. Kita harus menyepakati hal ini terlebih dahulu. Apa yang terjadi jika nilai gaya gesek tetap dan tidak berubah? Misalnya, gaya gesek 10 N dan ditarik dengan gaya 2 N. Maka, yang terjadi adalah benda bergerak ke kiri (jika berdasarkan gambar diatas). Hal ini karena resultan gayanya tidak nol, tetapi 8 N ke arah kiri. Andaikan kita memperbesar gayanya menjadi 9 N sekalipun, benda tetap akan bergerak ke kiri. Jika kita memperbesar gayanya menjadi 12 N, maka benda tidak diam, tetapi justru bergerak ke kanan. Kesimpulan yang didapatkan adalah, benda diam jika gaya yang bekerja sama besar dengan gaya gesek, dalam hal ini 10 N.

Tetapi, fakta di kehidupan sehari hari yang terjadi adalah benda diam ketika diberi sebuah gaya. Benda baru akan bergerak setelah gaya lebih besar dari "sesuatu" yang menahan benda untuk bergerak. Dengan kata lain, bukan kita yang harus menyesuaikan gaya F agar benda dalam kondisi diam. Gaya geseklah yang menyesuaikan gaya F sampai pada "batasan tertentu"

Kita tidak akan membahas lebih jauh mengenai gaya gesek kinetis karena nilainya tetap. Tetapi fokus ke gaya gesek pada benda diam.  

Yuk kita ingat kembali jawaban dari tiap pertanyaan
Jawaban dari soal bagian 1 (Part 1) adalah

  1. X3
  2. X3
  3. X3


Jawaban dari soal bagian 2 (Part 2) adalah

  • 20 N
Berapa jawaban yang sama? Jika semua jawaban sama, maka ada sudah menguasai pokok bahasan ini.
Gaya gesek statis dipengaruhi oleh koefisien gesekan yang nilainya tetap. Bagaimana mungkin nilainya berubah jika gaya normal dan koefisien gesek statis nilainya selalu tetap? Tetapi di pembahasan sebelumnya mengatakan bahwa besar gaya gesek pada benda diam berubah - ubah, iya kan?
Mudah saja, besar gaya gesek pada benda diam memang selalu berubah, tetapi gaya gesek statis dan kinetis akan tetap sama. Gaya gesek statis adalah gaya gesek kondisi diam maksimum. Artinya gaya gesek statis adalah gaya gesek pada saat "benda bergerak jika diberi tambahan sedikit gaya lagi". Sedangkan untuk menyebut gaya yang menahan benda bergerak maka cukup dengan gaya gesek saja.

Mungkin itu dulu untuk sekarang....
Terima Kasih....

Kembali ke Halaman 1